Past, Present and The Future

Assalamualaikum wrm.

Hari ini, buat kesekian kalinya…saya nak memulakan azam baru tuk tulis tadabbur dan ibrah yang saya peroleh dalam kehidupan seharian saya di sini. Namun, kali terakhir saya buat aku janji, tulisan tentang pengalaman di Mekkah dan Madinah terhenti sampai episod dua sahaja. Benar, diri ini masih terlalu jauh kalau nak dibandingkan dengan seorang sahabat yang masih konsisten berblogging sejak kami sama2 establish blog masing-masing dulu. On plus side, ada improvement dari sudut kelajuan menaip. hehe..skill beb, ce try taip tanpa tengok keyboard. ada berani?

Ok, sempena azam baru ni + menghitung hari nak balik Msia, saya ingin bercerita tentang secebis perenggan cinta karangan Allah swt. Yang harapnya dapat boost motivasi untuk terus menulis saban hari di sini. Tujuannya, agar bila diri ni menghadap ilahi nanti…yang ditinggalkan di sini bisa jadi pedoman buat yang masih hidup dan bisa terus-menerus menjadi amal yang berterusan untukku.

Ayat pilihan malam ini, kali pertama tersentuh sewaktu usrah dengan naqibah tercinta. Biarpun sebelum ni mungkin pernah terjumpa, tilawah dan baca ertinya. tapi waktu ditadabburkan bersama naqibah, lebih dalam kesannya dan lebih luas digali isinya.

Note: ini bukan tafsir, sekadar bingkisan rasa yang lekat di hati sangat ayat ini menari di bibir dan mengetuk pintu hati.

“Tidak berdosa bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan tentang apa yang mereka makan (dahulu), apabila mereka bertakwa dan beriman, serta mengerjakan kebajikan, kemudian mereka tetap bertakwa dan beriman, selanjutnya mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (5:93)

Bila pertama kali baca ayat ini, saya kira banyak kali Allah swt sebut orang-orang bertakwa dan beriman. Ironinya dan indahnya bila saya tengok lama-lama, rupanya setiap kali Allah swt sebut org2 yang bertakwa dan beriman tu, Dia merujuk pada situasi yang berbeza.

First, Dia refer orang beriman pada saat dia mula-mula tinggalkan jahiliyyah. Saat dia baru mula berubah. Saat yang dia baru tahu tujuan hidup, baru ambil tahu tentang hukum-hakam Allah, baru sedar tentang peranan diri sebagai khalifah. First step towards a true muslim, i would say. Dan secara falsafahnya, di sinilah saya bermula. starting point saya. Dari x tahu kepada tahu. Ibarat sebuah cawan. Sebelum tahu fungsinya untuk mengandung air, pastinya cawan itu kosong. Malah, Allah swt juga telah membuai perasaan saya bila dia refer saya di zaman jahiliyyah sebagai orang beriman. Terharu bila awal-awal lagi dah di’acknowledge’ sbg org beriman. Sobss..Apatah lagi, bila kita melangkah ke arah perubahan, terasa acknowledgmenT Allah pada kita tambah berganda. Terasa setiap langkah disambut baik. feel welcomed yet loved.

Kemudian, Allah refer pula keadaan sekarang. Sayang-Nya, Redha-Nya, Acknowledge-Nya kekal melimpah andai saya masih lagi bertakwa dan beriman saat ini. Saat saya sudah melangkah lebih beberapa tapak dari starting point kita tadi. Terasa seolah-olah satu encouragement yang sangat positif yang sedang memandu saya agar terus thabat dengan jalan perubahan yang saya pilih. Indah kan?

Kemudian, Allah swt rujuk keadaan di masa depan. Andai saya terus thabat. terus beriman dan bertakwa. In advanced, Dia menawarkan perlindungan, kasih sayang dan cinta-Nya andai saya masih lagi di situ…di atas jalan yang diredhai-Nya. Inilah ayat penguat hati…ayat yang mengikat tangan dan kaki saya di rantaian dakwah. Kerana saya tak mahu kehilangan perhatian dan kasih sayang Dia.

Sudah tentu, kalimah awal yang menyatakan ‘tidak berdosa pada apa yang dimakan’ merujuk pada harta terutamanya. Diri ini sudah terlalu banyak sebenarnya terlibat dengan harta haram sewaktu zaman jahiliyyah dulu dan masih ada kesan-kesan karat yang berhempas-pulas nak ditanggalkan sekarang. Namun, pesan ustaz Azhar Idrus sampai sekarang saya ingat. Katanya, harta orang wajib dipulangkan. Alhamdulillah, banyak langkah sudah saya ambil untuk sedaya-upaya membersihkan harta sendiri. ..Ada beberapa lagi dari zaman jahiliyyah yang saya perlukan masa untuk diselesaikan. Saban waktu, saya pinta pada Allah swt agar dimudahkan rezeki dan dipanjangkan umur untuk menyelesaikan semua ini sebelum ajal tiba. Benar, saya takut dan malu untuk bertemu dengan Allah swt yang menyayangi saya dengan urusan dunia yang masih belum selesai.
Tetapi, inshaAllah saya yakin, usaha yang baik pasti akan diganjari sebaiknya oleh Allah swt.

Seperti petikan kata-kata dari Jamilah Koloctronis dari bukunya ‘Echoes’ yang bunyinya lebih kurang begini:

“When you become muslim, all of your sins in the past are wiped away. When you become muslim, you’ll have a second chance to escape from the echoes of your past.”

InshaAllah. InshaAllah. InshaAllah

Allah, i love you. (^_^)V
-tanah90
Nottingham, UK.

Advertisements

About tanah

Just Allah's slave. seeking for a truth over a truth, love over love, strength over a strength, barakah over barakah, mardhotillah over mardhotillah and heaven after world.
This entry was posted in Dakwah Kita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s