Allah’s beautiful names 2.0

Assalamualaikum wrm.

Tak kenal maka tak cinta kan? Kita ini ingin bercinta dengan Allah tapi tak banyak yang kita tahu tentang nama-Nya, kan? Rugilah macam tu….sebab mengetahui nama-nama Allah ni boleh bantu untuk ‘boost’ lagi iman kita…seterusnya menyemarakkan lagi cinta kita terhadap Allah swt. 🙂

Jadinya, saya berdoa pada Allah swt agar post ini dijumpai, ditemui, diklik, dibaca sampai habis dan yang sewaktu dengannya oleh ramai orang sebab saya ingin berkongsi sedikit sebanyak siapakah Allah swt yang kita cintai ini melalui nama dan sifatnya. 🙂

Lima asmaa Allah sudah saya kongsikan di post ini. Hari ni kita ‘up’ sikit kepada enam 😉

1) Ar-Rashid
Yang Menyempurnakan Petunjuk a.k.a The Guide

Bukan sahaja pada Allahlah kita meminta petunjuk, pada Allah jugalah kita memohon kesempurnaan petunjuk. Supaya Allah swt dapat membantu kita ke arah mana kita harus pergi dalam hidup ini sehingga sampai ke destinasi impian. Sebab, sememangnya hidup kita ni perlukan petunjuk agar tak sesat. Bukankah syaitan telah bersumpah untuk menyesatkan kita dengan serangan bertubi-tubi dari atah hadapan, kiri dan kanan malah belakang juga. Sudah jelas lagi terang Allah swt memperkenalkan diri-Nya sebagai Ar-Rashid.

Kita seharusnya mencontohi pemuda-pemuda beriman dalam surah al-kahfi yang terpaksa bersembunyi di dalam gua untuk mengelakkan pemerintah yang zalim. Mereka lalu berdoa kepada Allah untuk memberikan petunjuk yang lurus.

“(Ingatlah) ketika pemuda-pemuda itu berlindung ke dalam gua lalu mereka berdoa, ‘ Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah petunjuk yang lurus bagi kami dalam urusan kami.” (18:10)

2) Al-Mudhil
Yang Merendahkan a.k.a The Humiliator

Allah swt juga punya ketegasan dalam pemerintahanNya. Supaya kita ini tak lalai ataupun mengambil kesempatan atas nikmat, kasih sayang, rahmat dan kelembutan Allah swt. Biarpun tegas, ianya hanya ‘applicable’ bila kita ni melanggar nasihat dan pesanan Allah swt, mengingkari perintahNya.

Oleh itu, kita ni kena sentiasa beringat, Allah swt bukan sahaja boleh meninggikan kedudukan kita bahkan mampu juga merendahkan kedudukan kita. Nikmat yang kita dapat bila-bila masa sahaja Allah boleh tarik balik. So, kalau buat jahat selalu akan rasa tak senang duduk..huhuhu…Dalam mathurat kan selalu baca,

“Katakanlah (Muhammad), ‘Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.'” (3:26)

3) Al-Hamid
Yang Maha Terpuji a.k.a The Praiseworthy

Kerana apakah kita ucapkan alhamdulillah setiap kali sesuatu berlaku kepada kita? Kerana kita memuji Allah swt yang telah menjadikan sesuatu kejadian yang berlaku. Kita memuji kehebatan Allah, kebijaksanaan-Nya dalam mengatur kesemua kejadian. Malahan, setiap kali kita menerima pujian dari orang lain, seharusnya kita mengembalikan kembali pujian tersebut pada Yang mengizinkan kita berjaya iaitu Allah swt. Maksudnya, even kita berjaya setinggi mana sekalipun di dunia ni, semuanya takkan berlaku tanpa izin Allah swt. Maka, selayaknya Dia sebenarnya yang menerima penghargaan dan pujian.

“Dan Musa berkata, ‘Jika kamu dan orang yang ada di bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah MahaKaya, Maha Terpuji.” (14:8)

4) Al-Wakil
Yang Berserah a.k.a The Trustee

Pada Allah swt sahajalah kita selayaknya berserah setelah penat berusaha. Sebab, kita bukan sahaja perlukan usaha yang terbaik tetapi perlukan usaha yang diberkati dan diredhai Allah, maka tak kira apa pun hasilnya nanti, kita yakin ianya juga diredhai Allah swt. Seolah-olah Allah nak bagitahu kita, walau apa pun yang kita buat, Allah itu diperlukan di mana-mana.

Dah perkataan yang digunakan pun ialah berserah atau dalam erti kata lain tawakkal, kalau tak berusaha, apa yang kita nak serahkan untuk dinilai oleh Allah swt? Sekadar alasan bahasanya semua dah tertulis, itu bukan berserah namanya, itu pemalas. Dalam surah arra’du ada tertulis, tidak akan Allah tolong sesebuah kaum, andai mereka tidak menolong diri mereka sendiri.

Kalau kita membaca sirah, bukanlah Rasulullah sekadar berdoa sahaja untuk terlepas dari pandangan kumpulan pemuda yang diupah untuk membunuh baginda malah ada beberapa usaha yang dilakukan baginda juga seperti, merancang dengan Abu Bakar untuk menyediakan tunggangan, menggantikan dirinya dengan Ali bin Abi Talib r.a di katil dan bertolak pada waktu malam. Dalam setiap usaha itulah, terselit tawakal Rasulullah saw.

“Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan, “(Kewajipan kami hanyalah) taat.” Tetapi, apabila mereka telah pergi dari sisimu (Muhammad), sebahagian dari mereka mengatur siasat di malam hari (mengambil keputusan) lain dari yang telah mereka katakan tadi. Allah mencatat siasat yang mereka atur di malam hari itu, maka berpalinglahdari mereka dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah yang menjadi pelindung.” (4:81)

5) Al-Mujib
Yang Memakbulkan Doa-doa a.k.a The One Who Answers All

Tak ada orang yang kita pernah jumpa yang ada karakter sebegini. Setiap doa-doa kita pasti dimakbulkan, tak terlepas satu pun. Malah, kadang-kala Allah makbulkan dalam cara lain yang lebih baik untuk kita. Kadang-kadang, kita mintak A, Allah bagi A, kadang-kadang kita mintak A, Allah bagi B sebab B lagi banyak kebaikan untuk kita, kadang-kadang Allah bagi C iaitu disimpan doa itu untuk menolong kita di akhirat nanti. Kita ni , selalu tak perasan pilihan B dan C…. =’/

“Dan kepada kaum Samue (Kami utus) saudara mereka, Saleh. Dia berkata, ‘Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikanmu pemakmurnya, kerana itu mohonlah ampunan kepada-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya, Tuhanmu sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya).'” (11:61)

6) Al-Majid
Yang Mulia a.k.a The All Glorious

Yang ni macam menyimpulkan apa yang telah saya tulis di atas. Kalau kita gabungkan sikit karakter Allah ni, tak perlu gabungkan semua pun, kita akan terbayang sesuatu yang sangat gah. Lebih hebat dari sultan-sultan atau orang-orang kehormat yang lain. Sesuatu yang kita akan sembah kerana terkesima dengan kemuliaan-Nya. Orang ada duit dan pangkat sikit kita dah bagi gelaran yang mulia. Lebih Mulianya Allah yang ada segala-galanya. Bukan setakat cikai punya karakter, tapi setiap peribadi Allah itu adalah lebih hebat dari seluruh dunia dan isinya.

yela, even perkataan lain bagi solat pun ialah Sembah-yang kan?

quote sikit,

“(Tuhanlah) Yang memiliki Arsy, lagi MahaMulia.” (85:16)

Penutup

Kita ni sentiasa mahu berjumpa dengan orang hebat tiap kali terbaca mengenai mereka dalam suratkhabar, artikel majalah ataupun di internet. Moga membaca mengenai kehebatan Allah swt menjadikan kita antara hamba-hamba yang teringin benar bertemu denganNya. Seterusnya, melonjakkan lagi usaha kita ke arah impian tersebut…mengejar redha Allah dengan usaha keras pasti kita beroleh pertemuan denganNya. Wallahualam.

-tanah90
Johor.

p/s: waktu sekolah dulu, tetiap ari jumaat selalu kena nasyid asmaulhusna masa perhimpunan pagi. 😀

Advertisements

About tanah

Just Allah's slave. seeking for a truth over a truth, love over love, strength over a strength, barakah over barakah, mardhotillah over mardhotillah and heaven after world.
This entry was posted in Asma' Allah and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to Allah’s beautiful names 2.0

  1. Pingback: Allah’s Beautiful Names 3.0 [Special Edition] | ~Tanah~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s